KEHIDUPAN MASYARAKAT JEPANG

Posted: April 9, 2012 in Uncategorized

 

 

            Refused Derived Fuel (RDF) menghancurkan limbah seperti kertas, plastik dan lain-lain dengan cara membakar limbah tersebut secara detail. Sampah yang didaur ulang dengan RDF, pemeliharaannya mudah dan keistimewaan yang lainnya adalah ketika dibakar hanya mengeluarkan sedikit zat berbahaya seperti halnya detoksinasi, tapi di sisi lain dalam menjaga kelembaban dan sehubungan dengan kelembaban tersebut gas berbahaya yang mudah terbakar.

 

1.         Kehidupan Masyarakat Jepang

            Perubahan Kehidupan Rumah Tangga dan Konsumsi

 

                        Pada sensus tahun 2000, jumlah rata-rata orang dalam 1 keluarga di Jepang berjumlah 2,67 orang (setiap 5 tahun sekali diadakan sensus penduduk yang tinggal di Jepang). Ukuran skala rumah tngga di Jepang semakin lama semakin berkurang dimana pada tahun 1960 berjumlah 4,16 orang pada tahun 1980 berjumah 3,22 orang. Dalam 1 keluarga seperti keluarga petani, perbandingan orang yang bekerja bersama berkurang, keluarga besar yang tinggal bersama kakek dan nenek semakin sedikit, mereka hanya tinggal bersama anak dan orang tua saja  atau hanya bersama suami dan istri saja. Hal-hal seperti inilah yang membuat rumah tangga atau keluarga inti bertambah, dapat dilihat pada tahun 2000 jumlahnya mencapai 27,6% dari keseluruhan rumah tangga.

                        Anggaran rumah tangga adalah pendapatan (uang yang diterima sebagai gaji) dan pengeluaran (uang yang dibayarkan). Anggaran rumah tangga ini akan mempermudah mengetahui keadaan kehidupan masyarakat. Biaya makan, perumahan, dan pendidikan merupakan biaya      sehari-hari yang masuk ke dalam pengeluaran konsumsi. Namun akhir-akhir ini biaya transportasi dan komunikasi bertambah karena pemakaian handphone dan internet telah meluas. Pada tahun 1980, dalam 1 keluarga mengeluarkan biaya untuk komunikasi sebesar 4.506 yen/bulan, sedangkan pada tahun 2002 menjadi 10.479 yen/bulan.

 

  • Perubahan Susunan Rumah Tangga

 

 

Tahun 1960 dengan jumlah rumah tangga sebanyak 2.223 keluarga

%

a. Rumah tangga tunggal

b. Rumah tangga orang tua anak

c. Rumah tangga suami-istri

d. Rumah tangga lebih dari 2 generasi

16,1%

45,7%

7,3%

30,9%

 

 

Tahun 1980 dengan jumlah rumah tangga sebanyak 3.582 keluarga

%

a. Rumah tangga tunggal

b. Rumah tangga orang tua anak

c. Rumah tangga suami-istri

d. Rumah tangga lebih dari 2 generasi

19,8%

47,8%

12,5%

19,9%

 

 

Tahun 2000 dengan jumlah rumah tangga sebanyak 4.678 keluarga

%

a. Rumah tangga tunggal

b. Rumah tangga orang tua anak

c. Rumah tangga suami-istri

d. Rumah tangga lebih dari 2 generasi

27,6%

39,5%

18,9%

14%

 

 

Ket:    Sensus tersebut tidak termasuk asrama sekolah dan rumah sakit. Rumah tangga lebih dari 2 generasi adalah rumah tangga yang di dalamnya terdapat lebih dari 3 generasi, ada juga orang yang tidak tinggal bersama orang tua tetapi berkumpul bersama.

            Rumah tangga adalah kumpulan orang-orang yang hidup bersama,

            tinggal di rumah yang sama dan melaksanakan anggaran rumah tangga (pendapatan dan pengeluaran) secara bersama-sama. Yang disebut dengan keluarga inti adalah keluarga yang berisi anak dan orang tua atau suami-istri saja. Orang yang hidup sendiri disebut dengan rumah tangga             tunggal (bisa juga disebut tanpa keluarga). Kakek, nenek, orang tua, dan anak merupakan 3 generasi dalam kehidupan ruamh tangga bersama.

 

  • Perincian Biaya Pengeluaran dalam Rumah Tangga (rata-rata dalam sebulan dalam %)

 

Tahun 1980 dengan jumlah uang sebanyak 23.568 Yen

%

a. Biaya makan

b. Biaya transport dan komunikasi

c. Biaya hiburan dan intelektual

d. Biaya listrik, gas, dan air

e. Biaya perumahan

f. Biaya pakaian dan alas kaki

g. Biaya pendidikan

h. Biaya lain-lain

29%

8%

8,5%

5,7%

4,6%

7,9%

3,6%

32,7%

 

Tahun 2002 dengan jumlah uang sebanyak 306.129 Yen

%

a. Biaya makan

b. Biaya transport dan komunikasi

c. Biaya hiburan dan intelektual

d. Biaya listrik, gas, dan air

e. Biaya perumahan

f. Biaya pakaian dan alas kaki

g. Biaya pendidikan

h. Biaya lain-lain

2,3%

11,9%

10,1%

6,9%

6,6%

4,8%

4,2%

32,2%

 

Ket:    Berdasarkan pemeriksaan anggaran rumah tangga seluruh keluarga yang berjumlah lebih dari 2 orang di semua daerah.

 

  • Perincian Biaya Makan dalam Rumah Tangga (rata-rata dalam sebulan dalam %)

 

Tahun 1980 dengan jumlah uang sebanyak 66.923 Yen

%

a. Beras

b. Ikan dan kerang

c. Daging

d. Sayur-sayuran dan rumput laut

e. Lain-lain1

f.  Makanan siap saji2

g. Makanan asing

h. Minuman, alcohol, dan lainnya3

8,7%

14,5%

11,3%

12,8%

15,5%

12%

12,7%

12,5%

 

 

 

 

 

Tahun 2002 dengan jumlah uang sebanyak 71.286 Yen

%

a. Beras

b. Ikan dan kerang

c. Daging

d. Sayur-sayuran dan rumput laut

e. Lain-lain1

f.  Makanan siap saji2

g. Makanan asing

h. Minuman, alcohol, dan lainnya3

4,2%

11,3%

8,4%

12,3%

14,8%

18,1%

16,8%

14,1%

 

Ket:    Menurut pemerikasaan anggaran rumah tangga seluruh keluarga yang berjumlah lebih dari 2 orang di seluruh daerah.

            1)Seperti roti, mie, telur dan buah-buahan

            2)Jenis-jenis kue

            3)Termasuk minyak dan bumbu masak

 

                        Di antara sekian banyak biaya konsumsi, pengeluaran biaya konsumsi yang sangat besar biasanya digunakan untuk membeli makanan cepat saji seperti bekal, lauk pauk, dan makan di luar sebanyak 34,9%. Pada tahun 1980, biaya untuk membeli bahan-bahan masakan seperti sayuran dan memasak di rumah jumlahnya meningkat sebanyak 52,8%, sedangkan pada tahun 2002 jumlahnya menurun sebanyak 51,0%. Dalam kehidupan rumah tangga anak-anak muda yang hidup sendiri pada tahun 2002, penggunaan makanan cepat saji dan makanan di luar bertambah banyak sebanyak 73,8% dari seluruh biaya konsumsi.

 

            Kehidupan dan Waktu Senggang Masyarakat Jepang

 

                        Berdasarkan hasil dari sistem “shuukyufutsuka” (hari libur 2 kali dalam seminggu) dibanyak perusahaan, dapat dilihat bahwa waktu senggang masyarakat Jepang bertambah dan waktu kerja berkurang. Waktu bekerja adalah waktu yang paling penting untuk menyelesaikan pekerjaan, sedangkan waktu senggang digunakan untuk menyenangkan diri.

                        Cara untuk melewatkan waktu senggan itu adalah dengan cara bersantai, beristirahat, melakukan berbagai macam aktifitas, berolahraga, dan melakukan kegiatan yang disukai seperti jalan-jalan dan lain-lain. Pada tahun 2002, kegiatan -kegiatan seperti makan di luar, bepergian di       dalam negeri, mengemudi dan lain-lain adalah kgiatan yan paling banyak diminati dengan jumlah peserta yang ikut berpartisipasi cukup banyak.   Kegiatan menikmatiwaktu senggang sangat populer pada masyarakat genersi ke-10, pria dan wanita bersama-sama bersenang-senang sambil berkaraoke, bermain komputer, pergi ke pusat permainan da lain-lain. Pria dan wanita usia berapapun juga ikut ambil bagian menikmati waktu senggangnya dengan bepergian ke luar negeri. Orang-orang yang bepergian ke luar negeri pada ahun 2002 mencapai 16.520.000 orang, biasanya mereka pergi ke salah satu negara Asia yaitu Thailand, Hongkong, Korea, Cina dan juga Hawai yang termasuk ke dalam wilayah Amerika. Di satu sisi, orang-orang asing yang datang mengunjungi Jepang jumlahnya sangat sedikit yaitu 5.240.000 orang. Agen perjalanan orang-orang asing berasal dari negara Korea, Taiwan, Amerika, Cina, Hongkong, dan lain-lain.

 

            Kegiatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat generasi ke-10 untuk menikmati waktu senggangnya:

 

  • Hasil survey yang diambil pada tahun 2002

 

Kegiatan yang biasa dilakukan oleh pria

%

a. Melihat acara quis di TV

b. Makan di luar

c. Karaoke

d. Bermain komputer

e. Pergi ke pusat permainan

f.  Bernyanyi menggunakan CD, mendengarkan radio

g. Bermain biola

77,8%

64,2%

61,7%

60,5%

58,0%

58,0%

58,0%

 

 

 

  • Hasil survey yang diambil pada tahun 2003

 

Kegiatan yang biasa dilakukan oleh wanita

%

a. Bernyanyi menggunakan CD, mendengarkan radio

b. Karaoke

c. Makan di luar

d. Melihat film di TV

e. Melihat video

f.  Bermain komputer

g. Pergi ke pusat permainan

77,0%

75,4%

68,9%

62,3%

60,7%

60,7%

59,0%

 

            Waktu Perawatan Anak

 

                        Kalau melihat hasil survey pengasuhan anak pada tahun 2001, pada kehidupan masyarakat pekerja, hasilnya adalah pengasuhan anak biasa dilakukan oleh wanita. Pada keluarga yang memiliki bayi berumur kurang dari 1 tahun , keikutsertaan seorang wanita dalam merawat anak             hanya 39%, oleh karena itu waktu yang dibutuhkan menjadi lebih lama. Dalam mempersiapkan makanan, membersihkan rumah, dan melakukan semua urusan rumah tangga lainnya dilakukan oleh orang lain. Kemudian anak-anak dititipkan di tempat pengasuhan anak. Dengan kemudahan-kemudahan seperti itu maka antara pekerjaan dengan perawatan anak bisa dilakukan secara berdampingan.

 

2.         Kecelakaan dan Kejahatan

            Peningkatan Kecelakaan Lalu Lintas

 

                        Kasus kecelakaan lalu lintas meningkat seiring dengan bertambahnya jumah kendaraan. Pada tahun1975, terjadi kecelakaan sebanyak 47.000 kali, sedangkan pada tahun 2002, jumlah kecelakaan meningkat 2 kali lipat menjadi 97.000. Kecelakaan yang banyak terjadi adalah kecelakaan mobil seperti tertabrak di bagian belakang atau tertabrak di bagian depan mobil. Pada tahun 2002, jumlah orang-orang yang meninggal setelah 24 jam kecelakaan terjadi sekitar 8.326-10.000 orang. Dalam kurun waktu 4 tahun jumlah korban luka-luka telah melewati 1.000.000 orang yakni 1.170.000 orang.

           

            Kejahatan

 

                        Pada tahun 2002, kejahatan pasca perang meningkat menjadi 2.853.739. Tindak kejahatan sadis seperti pembunuhan, pencurian, dan pembakaran meningkat, ditambah lagi tindakan-tindakan seperti pencopetan, perampokan, penganiayaan, dan pemerkosaan pun meningkat. Terutama pada tahun-tahun belakangan ini ada lebih dari 2 orang yang membentuk banyak grup seperti organisasi kejahatan yang   berhubungan dengan pihak asing, hal-hal seperti itu pun ikut menambah jumlah kejahatan.

 

3.         Masyarakat Pekerja

            Kehidupan Masyarakat Pekerja

 

                        Tahun 2002 jumlah orang-orang yang bekerja sebanyak 820.000 orang lebih sedikit dari tahun sebelumnya yang berjumlah 63.300.000 orang. Selama 5 tahun jumlah ini semakin berkurang. Jumlah pengangguran sebanyak 3.590.000 orang, jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 190.000 orang. Diadakan penelitian mengenai jumlah pengangguran pada tahun 2002 dan ternyata hasilnya sangat buruk yaitu jumlah pengangguran meningkat sebesar 5,4%. Meningkatnya jumlah pengangguran dikarenakan keadaan ekonomi yang tidak baik sehingga banyak perusahaan yang mengurangi jumlah pegawainya dan juga banyak sekali lulusan SMU dan universitas yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan.

                        Kehidupan masyarakat pekerja diatur berdasarkan undang-undang dan berpusat pada sistem standar pekerjaan. Dengan sistem standar  pekerjaan tersebut kehidupan masyarakat pekerja bisa mengalami kemajuan. Tetapi masih banyak bagian yang harus diperbaiki misalnya perbedaan gaji antara pria dan wanita antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya.

                        Selain pekerjaan formal ada juga pekerjaan lain pada masyarakat Jepang, salah satunya adalah pekerjaan paruh waktu yang dalam  seharinya hanya bekerja dalam waktu yang singkat. Beberapa siswa ada yang bekerja paruh waktu sambil belajar.

           

            Kecelakaan di Tempat Kerja

 

                        Tidak sedikit pekerja yang mengalami kecelakaan di tempat kerja, oleh karena itu diperlukan penanganan yang serius demi keselamatan para pekerja. Pada tahun 2002 terjadi kecelakaan yang menyebabkan kematian dan luka-luka yang jumlahnya mencapai 125.918 jiwa, selain itu 1.658 jiwa dinyatakan hilang. Alasan-alasan penyakit yang paling banyak diderita oleh para pekerja adalah sakit pinggang yaitu sebanyak 58% dan penyakit kesulitan bernafas dikarenakan oleh serbuk-serbuk yang masuk ke dalam paru-paru.

 

4.         Masalah Lingkungan

            Perkembangan Industri dan Kerusakan Lingkungan (Polusi)

 

                        Setelah perang dunia I, di Jepang banyak terdapat pabrik pusat industri ilmu kimia sebagai penanda perkembangan perindustrian. Akan    tetapi, pabrik tersebut tidak mempunyai tindakan yang tepat untuk mengatasi limbah beracunnya sehingga masyarakat yang tinggal di daerah sekitar pabrik menjadi marah karena mereka terjangkit penyakit akibat polusi yang beracun.

Karena masyarakat sekitar pabrik tesebut mulai melakukan gerakan anti polusi, maka negara dan badan pemerintahan pun mulai mengambil tindakan dalam mengatasi masalah kerusakan lingkungan terhadap perusahaan tersebut. Pemerintah menetapkan standar lingkungan terhadap kerusakan lingkungan yang telah mengotori air, udara, dan yang lainnya pada tahun1967 dengan dikeluarkannya peraturan tentang kerusakan lingkungan yng tercantum dalam “Undang-Undang Dasar Tindakan Kerusakan Lingkungan”. Pada tahun 1971, masalah kerusakan lingkungan menjadi tanggung jawab kantor pemerintahan pemerhati lingkungan (tahun 2001 diambil alih oleh Menteri Lingkungan), dan pada tahun 1974 pemerintah memutuskan akan mengganti rugi para korban polusi. Kemajuan teknologi untuk mencegah polusi menjadi berkembang dengan dikeluarkannya peraturan tersebut dan limbah berbahaya dari pabrik dan sebagainya dapat merusak lingkungan menjadi berkurang.

 

            Udara, Air dan Tanah yang Tercemar

 

                        Salah satu penyebab tercemarnya udara adalah asap kendaraan, terutama truk berbahan bakar diesel yang mengeluarkan gas. Sedikitnya 2 zat pembakar berupa partikel-partikel kecil terpung di udara. Di kota yang memiliki banyak kendaraan persentase standar lingkungannya rendah sehingga menimbulkan kekhawatiran.

Yang merupakan penyebab terbesar pencemaran air dalam kehidupan sehari-hari manusia adalah larutan yang tidak terpakai dari pabrik, air bekas mencuci, dan limbah dari kamar mandi. Banyaknya jumlah manusia dan pabrik di perkotaan menyebabkan sungai dan air laut menjadi tercemar.

                        Pencemaran tanah disebabkan oleh sawah dan ladang yang menggunakan pestisida dan pabrik-pabrik serta tempat-tempat penelitian yang mengeluarkan bahan-bahan kimia berbahaya. Sejak tahun 2003, diputuskan bahwa pabrik-pabrik dilarang menyisakan zat-zat yang berbahaya bagi lingkungan.    

 

 

           

            7 Contoh Penyebab Kerusakan Lingkungan:

 

            1.         Polusi Udara

                        Berasal dari cerobong asap pabrik, dan dari kendaraan-kendaraan sehingga gas-gas berbahaya mencemari udara.                      

 

            2.         Polusi Air

                        Cairan yang tidak terpakai dari pabrik yang mengandung zat-zat berbahaya. Air limbah rumah tangga yang kemudian mengalir ke sungai dan laut sehingga air menjadi tercemar.                               

 

            3.         Polusi Tanah

                        Cairan-cairan yang tidak terpakai dari pabrik yang mengandung kadomium, dan sebagainya sehingga zat-zat beracun tersebut mencemari tanah.                                

 

            4.         Polusi Suara

                        Suara berisik yang berasal dari konstruksi bangunan, suara bising pesawat dan mobil.                           

 

            5.         Vibrasi

                        Kereta listrik, mobil dan konstruksi bangunan.

 

            6.         Pondasi yang Turun

                        Air tanah yang berada di atas tanah sehingga tanah seperti tergenang.                                        

 

            7.         Bau Tak Sedap

                        Disebabkan oleh limbah bahan kimia yang berasal dari pabrik yang mencemari tanah.

 

                        Sejak bulan Oktober 2003, di Saitama, Kanagawa, dan Tokyo dimulai gerakan anti diesel sehingga kendaraan-kendaraan yang tidak memenuhi syarat dilarang.

 

            Sampah yang Didaur Ulang

 

                        Adanya masalah sampah ditimbulkan oleh barang-barang yang dibuat, dijual dan sisanya dikarenakan jumlah produksi dan konsumsi yang terlalu banyak. Tempat akhir pembuangan sampah rumah          tangga dan sampah produksi kalau dibiarkan terus menerus selama 12 tahun akan penuh. Masalah besar akan terjadi apabila sampah itu dibakar karena bisa mengeluarkan racun yang sangat berbahaya bagi lingkungan.

                        Saat ini untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan adalah dengan cara mengurangi penggunaan brang-barang yang tidak bisa didaur ulang. Di pedesaan dan perkotaan dilaksanakan pengumpulan dan pengaturan jenis-jenis sampah sehingga sampah yang dihasilkan oleh  masyarakat jumlahnya bisa berkurang.

 

            Masalah Lingkungan

 

Masalah lingkungan tidak hanya terjadi di Jepang tetapi di negara-negara lain pun mengalaminya. Akhir-akhir ini masalah lingkungan terjadi karena adanya perubahan iklim yang signifikan. Perubahan iklim adalah fenomena global yang dipicu oleh kegiatan manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan bakar fosil yaitu batubara, minyak bumi, dan gas alam serta kegiatan alih guna lahan. Kegiatan tersebut menghasilkan gas-gas yang jumlahnya di atmosfer semakin lama semakin banyak. Gas-gas tersebut diantaranya adalah CO2 (karbon dioksida), CH4 (metana), dan N2O (nitrous oksida). Gas-gas tersebut mempunyai sifat seperti kaca yang meneruskan radiasi gelombang pendek atau cahaya matahari tetapi menyerap dan memantulkan radiasi gelombang panjang atau radiasi balik yang dipantulkan bumi yang bersifat panas sehingga suhu atmosfer bumi meningkat. Berada di bumi yang diliputi gas-gas tersebut, bagaikan di dalam rumah kaca yang selalu panas dibanding suhu udara di luarnya, oleh karena itu gas-gas tersebut dinamakan Gas Rumah Kaca (GRK) dan efek yang ditimbulkannya dinamakan dengan Efek Rumah Kaca yang selanjutnya menimbulkan pemanasan global atau perubahan iklim. Untuk menjaga bumi dari perubahan iklim tersebut maka negara-negara maju mengadakan perjanjian internasional tentang lingkungan yang disebut dengan Protokol Kyoto.

Protokol Kyoto ini mengagendakan agar negara-negara industri maju seperti Amerika, Rusia, Inggris, Italia dan lain-lain, menurunkan emisinya rata-rata 5% dari tingkat emisi tahun 1990 periode 2008-2012. Protokol Kyoto adalah sebuah perangkat hukum yang dirancang untuk mengimplementasikan konvensi perubahan iklim yang bertujuan untuk menstabilkan konsentrasi GRK agar tidak mengganggu sistim iklim bumi. Setelah diperkenalkan kepada khalayak umum pada tanggal 11 Desember 1997. Protokol Kyoto disahkan dan ditandatangani pada tanggal 16 Maret 2008.

 

            Keberadaan Protokol Kyoto

 

Protokol Kyoto yang menyediakan gas rumah kaca di seluruh negara maju seperti CO2 menjadi 55% lebih banyak. Seperti ketetapan pada November 2003 di Amerika, Rusia, dan Australia dan ketetapan Jepang pada Juni 2002 dihasilkan perbandingan sebesar 44% dimana ekonomi dalam negeri untuk membelanjakan uang dan pengurangan efek rumah kaca. Meskipun demikian, negara yang telah mengeluarkan efek rumah kaca yang berlebih di dunia harus  memikirkan cara untuk menguranginya. Kebijaksanaan itu direncanakan  oleh Protokol Kyoto untuk mengurangi efek rumah kaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s