PERINDUSTRIAN JEPANG

Posted: April 10, 2012 in Uncategorized

BAB III  

PERINDUSTRIAN  JEPANG

 

III.1 PERKEMBANGAN INDUSTRI

III.1.1 Perkembangan Industri di Jepang

               Setelah adanya restorasi Meiji, perindustrian Jepang mengalami kemajuan cukup pesat. Selain itu jumlah produksinya pun meningkat. Ketika perang dunia II, perindustrian Jepang mengalami pukulan cukup berat. Tetapi setelah perang, Jepang mulai memanfaatkan tenaga kerja yang berkualitas tinggi, juga mengembangkan teknologi yang berasal dari luar negara Jepang. Sehingga perindustrian Jepang mengalami perkembangan yang cukup pesat tanpa meniru dari negara di luar Jepang karena Jepang memiliki konsep sendiri dalam memajukan perindustrian mereka.

 

III.1.2 Perindustrian dan Krisis Minyak Bumi

            Setelah perang dunia II, perindustrian Jepang mencapai kemajuan. Mulanya terjadi pada tahun 1973, perindustrian Jepang sejak itu mengalami perubahan yang cukup signifikan. Ketika krisis minyak mentah, harga minyak bumi meningkat. Perindustrian Jepang mengalami dampak yang paling besar, khususnya pabrik kimia yang menggunakan bahan mentah minyak bumi atau pembuatan bahan dasar industri logam yang menggunakan tenaga listrik dalam jumlah besar. Semua menjadi sangat sulit, salah satu contohnya, pembuatan alat-alat produksi. Semua itu karena pengaruh dari krisis minyak bumi. Namun, mesin yang baik tidak terlalu banyak menggunakan komponen yang bertenaga listrik (demikian pula dengan barang-barang rumah tangga), dan lain-lain. Hal ini merupakan solusi dari para ahli dalam penghematan energi untuk mengatasi krisis.

 

III.1.3 Produksi Luar Negeri

            Barang-barang industri Jepang dapat dijual ke luar negeri karena kualitas dan kemampuan bersaingnya yang baik. Perusahaan pembuatan barang dapat mengekspor barang-barang produksi dalam jumlah besar. Namun, memasuki tahun 1980, ketika perdagangan Jepang menjadi meningkat pesat, friksi perdagangan Jepang menjadi hidup kembali. Selain itu, untuk mengurangi perdagangan gelap (black market), khususnya Amerika dan semua negara Eropa, selain memperkerjakan tenaga kerja, pembelanjaan suku cadang, perusahaan juga meningkatkan produksi.

Setelah itu mulai tahun 1985 perdagangan Jepang menjadi baik dan sejahtera disebabkan karena kenaikan yang pesat nilai mata uang Yen. Mata uang Yen naik ketika harga barang-barang (produksi) Jepang yang diekspor ke luar negeri bertambah. Pada saat itu pula persaingan harga barang-barang (produksi) luar negeri sangat ketat. Selain itu perusahaan industri berupaya agar produksi menjadi mudah. Lagipula, upah pekerja  (negara-negara Asia) dalam bidang industripun murah. Namun kalau industri luar negeri meningkat, industri dalam negeri akan menurun. Hal inilah kekhawatiran utama Jepang dalam hal kemampuan memproduksi barang.

 

III.2 MACAM-MACAM INDUSTRI

III.2.1 Industri Berat dan Industri Kimia

   1. Industri Logam

               Industri ini mengolah logam dari mineral logam menjadi besi, aluminium, tembaga dan jenis logam lainnya. Logam tersebut dibuat menjadi lempengan, tongkat, pipa, kawat, dan lain-lain. Hasil produksi yang dibuat oleh industri logam dijadikan sebagai bahan baku utama untuk mesin atau bahan baku bangunan, dan lain-lain. Produksi besi (logam yang belum diproses) Jepang ada di posisi dua setelah Cina di dunia (pada tahun 2002).

   2. Industri Mesin

               Industri ini membuat mobil, pak kapal, peralatan listrik, mesin perkakas, alat presisi, dan lain-lain. Dari bahan utama yang terbuat dari logam seperti besi dan lain-lain. Di Jepang, industri mesin menjadi pusat industri yang mencapai 45% perbandingannya (2001) dari seluruh produksi industri di Jepang.

   3. Industri Kimia

               Industri ini membuat hasil produksi yang telah diubah secara kimiawi. Contohnya seperti bahan bakar minyak, garam, dan lain-lain. Industri ini juga membuat karet sintetis, serat kimia, pupuk kimia, plastik, dan kosmetik.

 

III.2.2 Industri Ringan

   1. Industri Fiber

               Industri fiber menggunakan rayon, polyster yang disebut sebagai serat kimia atau serat alami dari kapas, bulu domba, sutera dan lain-lain untuk bahan baku membuat benang, tekstil, dan lain-lain. Sebelum perang dunia, industri fiber Jepang baik. Namun sekarang posisinya mengalami penurunan, dari seluruh produksi industri fiber di Jepang hanya 2% ( 2001 ).

2. Industri Bahan Makanan

            Industri ini memakai hasil produksi pertanian, peternakan, hasil produksi perairan sebagai bahan mentah untuk membuat roti, kue, produk susu, bir, jus, makanan dingin, dan lain-lain. Industri bahan makanan stabil kalau dibandingkan seluruh produksi industri lainnya di Jepang, karena tidak mendapat pengaruh kondisi ekonomi.

3. Industri Bahan Keperluan

            Industri ini mengolah tanah, bahan mineral tambang, dan lain-lain dengan proses pembakaran. Hasil produksinya wadah tanah liat, semen, kaca, bahan keramik dan lain-lain. Bahan keramik merupakan bahan khusus yang mudah mengeras bila dibakar, biasanya dipakai untuk bahan alat elektronik. Karena sifatnya lebih unggul dibanding bahan lain..

4. Industri Kertas dan Bubur Kayu

            Industri ini memproduksi kertas dari bubur kayu, jeruji kayu, potongan kayu. Kemudian dibuat menjadi bubur kayu. Kertas banyak dibuat karena sering dipakai untuk fotokopi dan komputer.

5. Industri Lainnya

            Selain itu ada juga industri lainnya seperti industri bahan sintetis dari kayu, industri peralatan rumah tangga, industri percetakan, industri barang buatan dari kulit dan lain-lain. Dalam industri ini jumlah produksi bisnis percetakan tidak lebih besar dari industri bahan kebutuhan, industri bubur kayu, dan kertas. Percetakan tidak hanya kertas dan buku. Koran dan lain-lain, didistribusikan ke banyak tempat. Produksi jenis ini dilakukan industri kecil menengah.

 

 Produksi Industri Negara Jepang Menurut Jenis Industrinya

 

Macam Industri

¥

Industri mesin

1.306.833

Industri mesin untuk transportasi

452.208

Industri bahan makanan

346.003

Industri ilmu kimia

328.923

Industri logam

320.250

Industri besi dan baja

112.333

Penerbitan dan percetakan

127.588

Industri bahan plastik

100.919

Industri keramik

85.015

Kertas, industri pulp

76.274

Industri tekstil

60.248

Total

2.892.771

 

1. Industri Logam

Usaha Besi dan Baja

Usaha besi dan baja meleburkan bahan mentah biji besi untuk diambil besinya (disebut juga besi kasar). Kemudian besi tadi dipanaskan kembali menjadi baja. Sehingga industri logam dapat mengolah baja menjadi lembaran baja, pipa baja, dan lain sebagainya. Jepang, karena mengimpor bahan mentah biji besi dan batu bara maka pabrik besi berpusat di bagian sabuk daerah pesisir laut yaitu samudera Pasifik.

Pada tahun 1960an produksi besi dan baja Jepang melonjak naik, di tahun 1973 produksi besi dan baja mencapai 119.320.000 ton, tetapi setelah itu produksi besi dan baja Jepang tidak berhasil melampaui 100.000.000 ton, Sebab utama penurunan ini karena China dan Korea mulai terkenal. Setelah tahun 1980an produksi China dan Korea bertambah dengan pesat sehingga terjadi persaingan ketat antara negara tersebut.

Di tahun-tahun terakhir perusahaan besi, baja dunia, dan lain sebagainya. Seperti halnya perusahaan mobil yang ada di seluruh dunia, menjual murah persediaan barang produksi meskipun telah menekan biaya produksi, dan memperluas skala industri perusahaan dengan menjalin kerjasama.

Grafik Produksi Besi ( baja kasar ) Negara – Negara Besar

 

Cara produksi atau pembuatan besi kasar yaitu, memasukkan batu besi, kokas, dan batu kapur ke dalam tungku bersuhu tinggi. Kemudian dilebur menjadi satu untuk diambil besi kasarnya. Besi kasar tersebut mengandung banyak zat arang (karbon).

Sedangkan pembuatan baja yaitu, memasukkan kembali besi kasar ke dalam tungku dan memanaskannya bersamaan dengan sampah besi untuk menghilangkan zat arangnya sehingga terbentuk bongkahan baja.

Kemudian pada proses penggilingan, bongkahan baja diperbesar agar dapat membuat berbagai macam bentuk barang jadi seperti pipa baja, tongkat baja, lembaran baja dan lain-lain yang sesuai dengan kebutuhan dan kegunaannya.

Yang dimaksud kokas yaitu, memasukkan batu bara ke dalam tungku, kemudian dimasak atau dibakar dalam panci panas selama lebih dari 10 jam. Secara bersamaan batu besi dimasukkan ke dalam tungku bersuhu tinggi sehingga kandungan besi di dalam batu besi tersebut bersenyawa. Berperan menghilangkan zat asam atau oksigen. Hal ini berfungsi untuk meleburkan batu besi.          

 

Jumlah Produksi Besi ( baja kasar ) Dunia

Negara

1980

1990

2000

2001

2002

%

China

3712

6535

12724

15225

18155

20.2

Jepang

11140

11034

10644

10287

10775

12.0

Amerika

10146

8973

10183

9010

9159

10,2

Rusia

14793

15441

5910

5753

5978

6.6

Korea

856

2313

4311

4385

4539

5.0

Jerman

4384

4402

4638

4480

4502

5.0

Ukraina

…..

5265

3137

3311

3339

3.7

Brazil

1534

2057

2787

2672

2960

3.3

Total dunia

71630

76900

84600

84900

90000

100.00

 

 

Macam – Macam Industri Logam

Pada industri logam, terdapat perindustrian yang membuat berbagai macam barang jadi menggunakan logam, dan industri pembuat logam seperti tembaga. Di Jepang, hampir semua bahan mentah biji mineral diekspor dan dileburkan. Tetapi, peleburan memerlukan alumunium dan juga tenaga listrik yang besar, sedangkan di dalam negeri sendiri hampir tidak memproduksinya.

Dalam industri pembuat barang dari logam, ada banyak industri suku cadang subkontrak kecil dan menengah. Kemunduran ekonomi berlanjut dalam tahun-tahun belakangan ini. Semua pabrik meminta syarat seperti potongan harga sehingga industri kecil dan menengah yang bangkrut dan tutup bertambah.

 

Macam – Macam Produksi dan Ekspor Logam

Jenis logam

Jumlah produksi

Jumlah import

Alumunium

64

2033

Tembaga

1401

114

Timah (logam)

213

11

Seng

640

21

Timah

659

24938

Tembaga putih

32304

56808

 

III.3 INDUSTRI MESIN

 

Industri mesin negara Jepang pada tahun 2001 memperkerjakan 3.560.000 orang dan memproduksi sebesar 131 triliyun ¥, sehingga termasuk industri paling besar dalam industri pabrik.

Karena industri berkembang setelah perang, dan pendapatan masyarakat bertambah tinggi. Maka pembelian alat-alat rumah tangga, mobil dan lain-lainnya berkembang pesat pula. Agar ekspor menjadi lebih aktif, maka teknik mesin ditingkatkan pula, sehingga Jepang menjadi pusat pengolahan perdagangan luar negeri. Karena krisis minyak mentah, sehingga pada saat produksi menggunakan bahan dasar seperti industri kimia, usaha besi dan baja berhenti berkembang dan menghentikan pembuatan kapal yang sudah jadi sebagian.

Akhir-akhir ini, pemindahan pabrik besi ke kawasan Asia dan sekitarnya. Yang biaya gaji pekerjanya murah karena produksi barang mudah, menyebabkan industri dalam negeri khawatir.

 

Data Produksi Industri Mesin

Tahun

Perkakas

mesin biasa

Peralatan

mesin listrik

Peralatan

mesin transport

Mobil

Perkakas

mesin presisi

Total

1960

11.684

12.942

13.752

8.601

1.727

40.121

1970

68.028

73.305

72.753

54.674

8.917

223.044

1980

175.998

222.346

249.536

213.146

34.577

682.631

1990

337.110

546.668

469.497

423.707

51.843

1.409.261

2000

304.132

595.817

444.474

400.428

41.189

1.389.882

2001

285.925

525.795

452.208

404.653

40.423

1.306.833

 

 

III.3.1 Industri Mobil Jepang

 

Mobil dibentuk dari onderdil yang berjumlah sekitar 20.000 sampai dengan 30.000 onderdil. Pembuat onderdil lebih berperan dalam membentuk industri mobil dibanding pembuat mobil itu sendiri. Ada sekitar 730.000 orang (2001) yang mengambil bagian pada produksi mobil. Mereka memasukkan bahan dari industri lain, seperti besi, kaca, karet dan bermacam-macam bahan dari industri lainnya. Pemasaran mobil dengan cara membeli langsung ke pemilik hak jual mobil. Sehingga, industri mobil sangat berpengaruh besar dalam memperbaiki perekonomian Jepang.

Industri mobil Jepang pada tahun 1960an berpusat di dalam negeri saja. Di tahun 1970an, ekspor dapat ditingkatkan karena di dalam negeri, biaya bahan bakar lebih murah daripada di Amerika. Namun, karena mobil Jepang banyak dipakai di Amerika, menyebabkan industri mobil Amerika mendapat pukulan hingga Amerika perlu memperluas perdagangan luar negeri.

Jepang menghentikan perluasan perdagangan luar negeri, ekspor dibatasi, sehingga industri untuk dalam negeri dapat dilanjutkan. Hasilnya, ekspor menurun dan produksi dalam negeri meningkat. Sehingga akhir-akhir ini industri lokal di Asia dapat mencapai kemakmuran karena orang yang membeli mobil meningkat.

Pada tahun 2002, industri mobil Jepang untuk pertama kalinya membatasi penjualan mobil berbahan bakar baterai listrik. Karena lebih mahal dibandingkan mobil biasa. Sehingga, pembuat mobil di seluruh dunia mengembangkan mobil generasi selanjutnya yang ramah lingkungan.       

 

Mobil Berbahan Bakar Baterai

Mobil berbahan bakar baterai adalah mobil yang memanfaatkan listrik yang terbentuk dari akibat reaksi oksigen di atmosfer, lalu menjadi air. Reaksi selanjutnya hanya air yang keluar tanpa pembuangan gas. Sehingga merupakan mobil ramah lingkungan. Zat cair dalam bahan bakar mengubah mutu bensin dengan langsung bercampurnya zat cair itu dengan bensin. Proses itu berulang hingga mendapatkan zat cair lagi untuk pembakaran selanjutnya.

 

Ekspor Impor dan Jumlah Unit Produksi Mobil Jepang ( satuan ribu unit )

Berdasarkan data dari pabrik mobil, produksi sampai tahun 1970 termasuk kendaraan roda tiga dan roda empat ternyata menjatuhkan atau KD (Knock Down) industri dalam negeri. Hal ini terjadi karena produksi ini hanya untuk industri ekspor. Sehingga, mulailah spesifikasi produksi untuk dalam negeri saja. Karena pemain industri mobil berasal dari Jepang sendiri, maka kebanyakan merknya pun berasal dari Jepang. 

 

 Kawasan Industri Mobil ( sampai dengan akhir bulan Maret 2003 )

Perusahaan industri mobil Jepang disebut juga kawasan pabrik mobil Jepang. Pabrik yang merakit onderdil dan peralatan lainnya juga diperhatikan karena masih termasuk kawasan pabrik.

 

Susunan Produksi Mobil

Merakit mobil merupakan pekerjaan yang terbagi menjadi bagian-bagian kecil. Pekerjaannya dibantu dengan ban pengangkut. Hampir semua onderdil perakit disediakan oleh industri pembuat onderdil itu sendiri. Onderdil yang bentuknya kecil jauh lebih banyak menghabiskan bahan baku pembuatnya. Sehingga menyebabkan penurunan persediaan onderdil. Hal ini harus dicari solusinya agar tersedia cukup persediaan sumber daya untuk generasi selanjutnya.

Karena pembuat onderdil mobil hanya mempunyai sedikit persediaan barang, sehingga dalam produksi onderdil digunakan sistem kontak dan pesan dari keputusan pihak pabrik perakitan mobil sesuai dengan jumlah onderdil yang dibutuhkan.

 

III.3.2 Hasil Perampungan Pembuatan Kapal Jepang ( satuan total ribuan ton )

 

Yang berwenang akan hal ini adalah Departemen Negara Lalu-Lintas. Bobot kapal dinyatakan dalam jumlah ton, sehingga perlu dituliskan satuan atau unit kapasitas atau volume kapal di geladak kapal. Baik kapal dalam negeri maupun pengiriman kapal ekspor. Kapal ekspor memberikan keuntungan devisa yang besar.

 

III.3.3 Jumlah Produksi Mesin Perkakas Jepang

 

Data produksi mesin perkakas dikumpulkan berdasarkan asosiasi perpajakan Jepang, di bawah kementrian industri Jepang. Menurut hasil ekspor impor yang terdapat dalam tahun 1900an. Berdasarkan perpindahan pabrik, penjualan, ekspor, dan sebagainya.

Salah satu mesin perkakas yaitu bagian mesin pembuat semikonduktor. Mesin perkakas mirip seperti model pemotong (benda peraut). Dalam globalisasi, mesin kerja model plastik (benda yang pembuatannya dihaluskan dengan diseterika) juga termasuk mesin perkakas.   

 

III.3.4 Industri Robot Jepang. Manipulasi Produk

 

Industri robot Jepang, robot mempunyai kemampuan menyerupai tangan manusia. Sehingga dapat melakukan pekerjaan tiga dimensi, khususnya pekerjaan secara otomatis. Meskipun mempunyai kemampuan seperti tangan manusia, namun pekerjaan yang tidak dapat dilakukan secara tiga dimensi dapat dilakukan manipulasi. Lagipula, jika kemampuan menyerupai tangan manusia hilang, robot dapat melakukan pekerjaan dengan kemampuannya sendiri berdasarkan ingatan dan intelegensinya.

 

III.3.5 Pembuatan Kapal

 

Jepang merupakan salah satu negara industri yang cepat berkembang setelah Perang Dunia II. Setelah perang, perdagangan minyak bumi antarnegara tiba-tiba melonjak dengan cepat, sehingga kebutuhan terhadap kapal di seluruh dunia bertambah banyak.

Di Jepang, teknik terus berkembang, kapal perang dibuat besar dengan biaya rendah. Namun lebih mudah membuat kapal untuk tujuan lain. Tahun 1956, Jepang menjadi salah satu negara pembuat kapal di dunia. Setelah itu, pada tahun 1970 di tengah krisis minyak bumi, semua kapal diperjualbelikan. Pada tahun 1980 pembuatan kapal Korea mengalami pertumbuhan, menyebabkan persaingan harga semakin panas. Sebab fasilitas dan tenaga kerja membuat kapal beserta upah di Korea murah, Sehingga lebih mudah membuat kapal di Korea dibandingkan di Jepang. Karena itulah mengelola aktivitas pembuatan kapal di Jepang menjadi sangat sulit.

 

III.3.6 Mesin Perkakas  

 

Mesin perkakas adalah alat yang berbentuk seperti peraut logam (pemotong), atau mesin pembuat suku cadang. Oleh karena itu, mesin perkakas disebut mesin produksi yang mampu mengontrol standar pabrik mesin. Jepang lebih dulu maju dalam hal mengekspor mesin perkakas NC (pengendalian nilai angka). Hasil produksinya (model pemotong), mulai dari tahun 1982 berlanjut hingga 21 tahun ke depan, tetap menjadi nomor satu di dunia. Mesin perkakas dibuat untuk skala industri menengah. Lagipula di samping membuat mesin perkakas, juga diperjualbelikan pada aktivitas bisnis lainnya sehingga industri mesin perkakas pada aktivitas bisnis menjadi lebih mudah didominasi.

III.3.7 Mesin Produksi NC ( pengendalian nilai angka )

 

Mesin produksi NC selain membuat barang produksi secara otomatis, bersamaan pula dengan memasukkan data. Sehingga mutu barang produksi menjadi stabil, dan pembuatan produksi yang sulit pun bisa menjadi mudah. Mesin produksi NC menggantikan pekerja yang kurang terampil. Ekspor industri menengah kecil juga meningkat, hal ini menjadi faktor utama dalam menggunakan standar teknik mesin industri di Jepang.

 

III.3.8 Industri Robot

 

Industri robot merupakan industri yang menggantikan pekerjaan manusia secara otomatis. Banyak hal yang menyerupai kemampuan manusia dapat dilakukan. Misalnya, melapisi (mengoles karat dan warna), mengelas (menyatukan ikatan dengan meleburkan logam menggunakan percikan api), merakit. Fungsi industri robot yaitu untuk meningkatkan produksi jenis lainnya dan juga dapat menggantikan manusia dalam pekerjaan yang berbahaya.

Sampai pada akhir tahun 2002, di Jepang yang menggunakan industri robot hingga mencapai 45% di tingkat dunia. Khususnya untuk membuat mobil dan sebagai mesin listrik di pusat industri pabrik. Semua industri robot menjadi faktor utama dalam meningkatkan produksi ke tahap selanjutnya. Industri robot semakin banyak fungsinya kecuali dalam bidang pertanian dan pembangunan. Selanjutnya, hanya tinggal terus berharap dan berusaha dalam mempertahankan tingkat produksi.

Jumlah Produksi Mesin Perkakas

 

Jumlah Unit Penggunaan Industri  Robot Negara-Negara Besar ( sampai akhir tahun 2000 )

 

 

 

 

Hasil Penyelesaian Produksi Kapal Jepang

( Satuan Total Ribuan Ton )

 

Jenis Kapal

1990

2000

2002

Kapal DN

135.3

42.6

38.7

Kapal Kargo

55.0

7.7

24.6

Kapal Penyalur Minyak

52.6

31.0

10.4

Kapal Ekspor

512.3

1122.0

1131.5

Kapal Kargo Ekspor

268.8

684.3

673.8

Kapal Penyalur Minyak Ekspor

241.3

433.0

456.3

Total

647.6

1164.6

1170.2

 

Industri Robot Negara Jepang ( Produksi Otomatis )

 

Tahun

Manipulasi

Robot

Jumlah

Unit

(satuan)

Nilai

(ratusan Juta)

Unit

(satuan)

Nilai

(ratusan Juta)

Jumlah Unit

     (Unit)

Jumlah Uang

(ratusan Juta)

1970

———–

————–

———-

————-

1.700

49

1980

15.380

261

4.493

523

19.873

784

1990

8.932

281

70.164

5.163

79.096

5.443

2000

5.471

78

83.928

6.397

89.399

6.475

2001

3.374

87

56.343

3.977

59.717

4.064

2002

4.712

57

37.408

3.857

62.120

3.913

 

Produksi Mobil Jepang

            Produksi Dalam dan Luar Negeri Jepang serta Ekspor

                           ( Berdasarkan Badan Pengawas Perindustrian Mobil Jepang )

                                        ( Dalam Ribuan Unit )

 

Ekspor Impor dan Jumlah Unit Produksi Mobil Jepang ( dalam satuan ribu unit )

 

Jenis Produk

1970

1980

1990

2000

2001

2002

Produksi

530,3

1104,3

1348,7

1014,1

977,7

1025,7

Mobil Pribadi

317,9

703,8

994,8

835,9

811,8

861,8

Truk

206,4

391,3

349,9

172,7

160,2

157,3

Bis

4,7

9,2

4,0

5,5

5,8

6,6

Ekspor

109,4

596,7

583,1

445,5

416,6

469,9

Impor

2,0

4,8

25,3

28,5

29,0

29,1

Produksi LN

———-

———–

326,5

628,8

668,0

765,2

 

 

Produksi Mobil Di Dunia ( Menurut Badan Pengawasan Industri Mobil ) dalam Ribuan Unit

 

 

III.3.9 Barang Elektronik

 

Jepang pada tahun 1950 memproduksi 3 jenis barang elektronik. Yaitu, televisi hitam putih, kulkas, dan mesin cuci. Kemudian pada tahun 1960 ada 3 macam TV, yaitu Kara TV, Kura TV, dan KA TV. Ketiga macam tv itu sudah banyak terjual dan Jepang memproduksi barang elekronik yang baru.

Memasuki tahun 1970an, Kara TV dan VTR menjadi pusat arus barang elektronik. Jepang hanya mengekspor saja tanpa mengimpor barang. Bahkan pada tahun 1985, ekspor cat dan kertas menjadi yang terbesar di dunia. Namun sejak tahun 1985, karena pengaruh tingginya Yen, masing-masing perusahaan industri di Asia Tenggara dengan mudahnya mengurangi pegawai. Sehingga, tidak ada kemajuan dan dimulailah produksi yang baru.

Pada tahun 1990, impor di Jepang meningkat. Produksi dalam negeri menurun drastis. Sekali lagi perusahaan Korea, Cina, dan lain-lain terus memproduksi barang-barang yang murah. Sehingga pelaksanaan perusahaan Industri di Jepang menjadi tidak teratur.

Begitu juga dengan komputer. Pada tahun 1990, Jepang mulai memproduksi komputer dengan standar internasional. Pada saat itu pula layanan internet sangat penting dan dibutuhkan untuk mencari informasi dan berita. Sehingga harga komputer pun semakin mahal.

Tidak hanya di Jepang, perusahaan Amerika pun mulai memproduksi komputer. Pada tahun 2001, TESKTOP di Cina memproduksi 29,8%, Taiwan 27,7%, sedangkan Jepang hanya 1,4%. Semua barang tersebut diproduksi dengan bermacam-macam model, harga maupun fungsinya.

 

III.4  INDUSTRI KIMIA

 

Industri kimia terbentuk oleh industri mobil dalam negeri, industri peralatan dan mesin listrik. Semua industri tersebut terpengaruh oleh peningkatan permintaan yang tinggi dengan kemampuan berproduksi yang tinggi pula. Di lain pihak, industri negara Eropa dan Amerika skala perusahaannya lebih kecil dibandingkan skala industrinya sendiri. Hal ini dikarenakan dalam proses produksinya, industri Jepang menggunakan model lama yang skalanya lebih kecil. Sehingga, membuat persaingan antara Timur Tengah, Asia dan negara-negara sekitarnya melakukan persiapan untuk menyediakan yang terbaik dan terbaru dalam skala besar.

 

Konvensi Minyak Bumi

Dalam industri, barang produksi yang telah jadi bisa menjadi bahan baku barang produksi yang lain. Dengan konvensi, pihak pabrik telah merencanakan kombinasi pipa bahan produksi gabungan, sehingga menghasilkan barang produksi yang efisien.

 

III.4.1 Industri Tekstil

Industri tekstil adalah industri yang membuat pakaian dan kain dengan memintal benang. Sebelum perang dunia II, industri ini berkembang pesat. Namun, karena pemusatan industri dipindahkan ke industri kimia, posisi industri tekstil menjadi merosot. Apalagi, akhir-akhir ini Cina mudah sekali memproduksi tekstil dengan mutu baik. Sehingga industri luar negeri tekstil Jepang menurun drastis.

 

Bahan Mentah Tekstil

Bahan mentah tekstil antara lain, kapas mentah, wol dan juga tekstil kimia. Sedangkan barang produksi terdiri dari benang, tenunan dan juga pakaian. Bahan baju impor, tingkat pengolahan benang, tenunan diperendah. Namun, belakangan ini impor pakaian tiba-tiba meningkat. Hal ini, karena membuat barang yang murah dan bagus. Sehingga memajukan industrinya sendiri.

 

III.5 PRODUKSI BAHAN MAKANAN

 

Produksi bahan makanan mengolah hasil produksi dari air, pertanian dan sebagainya, untuk dibuat bahan makanan. Pada 2001, 1.310.000 orang bekerja, menghasilkan produksi sejumlah 35 trilyun Yen. Secara keseluruhan terjadi peningkatan 100%, sehingga dilakukan produksi skala yang lebih besar. Karena faktor skala produksi dipengaruhi pula oleh keadaan penghasil bahan mentah sekitarnya. Sedangkan keadaan penghasil bahan mentah sedang cukup baik.

Dewasa ini, sedang dipersiapkan membuat bahan makanan yang cocok dengan perubahan cara hidup. Bahan makanan yang mudah dikonsumsi, baik untuk kesehatan, baik untuk mempersiapkan kondisi tubuh.

Telah diketahui bahwa kepulauan Okinawa, Kagoshima merupakan daerah penghasil gula, sayur mayur, dan bir. Bahan-bahan seperti gula juga terkadang masih dalam bentuk kasar atau tidak murni.

 

 

Barang Produksi Cair (tahun 2001)

Daerah

Konsumsi

Miyagi

77,7

Yamaguchi

58,8

Niigata

57,4

Hyougo

53,3

Aichi

44,8

Shizuoka

37,7

 

Dengan konsumsi dunia sebesar 702,9

Tauco (tahun 2001)

Daerah

Konsumsi

Nagano

194,4

Aichi

55,7

Aori

33,3

Gunma

27,3

Hokkaido

26,4

Niigata

24,5

 

Dengan konsumsi dunia sebesar 575,0

 

 

Kecap (tahun 2001)

Daerah

Konsumsi

Chiba

443,2

Hyougo

217,2

Aichi

78,8

Kagana

62,0

Niigata

56,4

Fukuoka

47,7

 

Dengan konsumsi dunia sebesar 1401,4

 

Daging(tahun 2002)

Daerah

Konsumsi

Hokkaido

396,2

Aichi

284,2

Chiba

270,9

Kanagawa

209,2

Hyougo

247,6

Saitama

224,8

 

Dengan konsumsi dunia sebesar 4399,3

 

Sake (tahun 2002)

 

Daerah

Konsumsi

Hyougo

209,5

Kyoto

90,6

Niigata

51,3

Aichi

25,2

Aikita

24,2

Fukushima

19,8

 

Dengan konsumsi dunia sebesar 679,5

Bir (tahun 2002)

 

Daerah

Konsumsi

Miyagi

503,7

Osaka

494,0

Fukuoka

486,0

Aichi

456,3

Hyougo

435,2

Fukushima

347,2

 

Dengan konsumsi dunia sebesar 4813,1

 

 

Jika dibandingkan dengan industri logam, industri bahan kimia dan sebagainya, yang paling diminati di dalam kawasan industri Hanshin adalah industri golongan bahan baku. Karena Industri tekstil sedang berkembang. Lagipula, perbandingan akhir antara kawasan industri Choukyou dengan Hanshin, di seluruh Jepang produksi industri perlahan-lahan naik hingga 10.000. Dan perbandingan akhir antara kawasan industri Kyouhin dengan Hanshin, di seluruh Jepang produksi industri menurun dari tahun ke tahun.

 

III.6 PRODUKSI GOLONGAN BAHAN DASAR

 

Produksi golongan bahan dasar antara lain berupa industri bahan mentah. Seperti bahan baku yang digunakan berproduksi. Kayu bangunan, kertas, pulp, bahan kimia, barang produksi plastik, karet. Selain itu, produksi golongan bahan dasar berupa industri gula, industri logam.

Industri lainnya di luar itu ada industri mesin produksi, industri perakitan mesin.

 

Perincian Jumlah 3 Kawasan Industri Terbesar (2001) dalam 1 juta

Kawasan Industri Kyouhin

Kawasan Industri Chukyou

Mesin industri

179620

Mesin industri

270028

Perindustrian listrik

82928

Perindustrian alat transportasi

182784

Perindustrian alat transportasi

53319

Perindustrian listrik

44893

Penerbitan bisnis percetakan

54144

Industri logam

39086

Industri kimia

45020

Perindustrian besi dan baja

16895

Industri bahan makanan

30820

Industri bahan makanan

25706

Industri logam

25295

Industri kimia

25420

Perindustrian besi dan baja

7058

Industri bahan plastik

16300

Industri bahan plastik

7285

Pabrik gula

12938

Pabrik gula

5973

Penerbitan, bisnis percetakan

7651

Pabrik kertas, pulp

5113

Industri takstil

6949

Industri karet

2978

Industri karet

5417

Industri alat pabrik

2575

Pabrik kertas, pulp

4842

Industri tekstil

2292

Kayu bangunan, industri kayu

3108

Lahan

7961

Lahan

7173

Total

369086

Total

424618

 

 

Perincian Jumlah 3 Kawasan Industri Terbesar (2001) dalam 1 juta

Kawasan Industri Hanshin

Kawasan Industri Hokukyushu

Mesin industri

113663

Mesin industri

29144

Perindustrian listrik

51144

Perindustrian alat transportasi

16359

Perindustrian alat transportasi

17569

Perindustrian listrik

7743

Industri logam

50101

Industri bahan makanan

12822

Perindustrian besi dan baja

19863

Industri logam

11444

Industri kimia

45349

Perindustrian besi dan baja

5733

Industri bahan makanan

33324

Industri kimia

4695

Penerbitan bisnis percetakan

17064

Penerbitan, bisnis percetakan

4203

Industri bahan plastik

10703

Pabrik gula

4000

Industri tekstil

8550

Industri bahan plastik

1601

Pabrik kertas, pulp

8400

Industri karet

1427

Pabrik gula

5778

Industri alat pabrik

1414

Industri alat pabrik

3180

Kayu bangunan, industri kayu

1014

Industri karet

3045

Pabrik kertas, pulp

875

Lahan

8675

Lahan

1432

Total

307833

Total

74071

 

 

III.7 PERLUASAN KAWASAN INDUSTRI

 

Industri Jepang, berkembang pesat setelah perang. Namun karena padatnya kawasan industri tua Kyouhin, Hanshin, dan industri lainnya sehingga mulai terjadi masalah polusi, defisiensi lahan dan hambatan lalu lintas. Oleh karena itu, mulai didirikan pabrik baru di sekitar kawasan industri dan kawasan industri lainnya dengan pembentukan daerah kawasan industri yang baru. Dan lagi, mulai dari fasilitas jalan tol, lalu lintas yang baik, serta peningkatan alat pengolahan industri (mesin industri) oleh bagian dalam pusat produksi, kawasan industri akan kembali diperluas hingga bagian pedalaman.

           

Golongan Perfektur Industri ( 2001 )

Nama Prefektur

Jumlah Pabrik

Pekerja

(dalam 1000)

Jumlah Industri

(dalam 1 Juta)

Hokkaido

11377

219

56595

Aomori

3383

71

12644

Iwate

4316

106

22761

Miyagi

6158

141

36793

Akita

4488

87

15061

Yamagata

6330

125

26026

Fukushima

8944

198

54021

Ibaraki

11774

288

103160

Tochigi

11695

222

75493

Gunma

13573

242

78374

Saitama

30496

484

140975

Chiba

11886

254

109361

Tokyo

60133

594

169296

Kanagawa

19948

494

199790

Niigata

15409

232

44454

Toyama

5943

135

33386

Ishikawa

9901

115

25694

Fukui

6971

91

18098

Yamanashi

5735

85

23292

Nagano

13149

240

65827

Gifu

19281

230

50489

Shizuoka

23833

475

163261

Aichi

45170

852

347600

Mie

9023

201

77018

Shiga

6255

160

60868

Kyoto

16985

187

52829

Osaka

52397

662

175680

Hyogo

21170

408

132153

Nara

5980

82

21781

Kawayama

4923

62

22626

Tottori

2008

44

11117

Shimane

2850

52

10747

Okayama

8021

169

62770

Hiroshima

11159

225

68492

Yamaguchi

3900

108

48938

Tokushima

3504

58

14653

Kagawa

4954

79

21441

Ehime

5570

100

33047

Kochi

2682

34

5847

Fukuoka

12398

255

74071

Saga

3100

65

15943

Nagasaki

4399

70

16530

Kumamoto

4252

100

26418

Oita

3168

71

28574

Miyazaki

31115

64

12432

Kagoshima

5802

89

18901

Okinawa

2680

28

6545

Keseluruhan

550199

9349

2892771

 

 

III.7.1 Kawasan Industri Utama

 

Kawasan industri pedalaman Kantou, bagian daerah pesisir Kyouhin menjadi sangat padat. Kawasan industri di prefektur Saitama, Kunma dan Chigi di pedalaman Tokyo pun juga berkembang pesat. Hal itu karena tingginya produksi mesin industri, seperti ramainya pembuatan mesin listrik dan mobil.

Kawasan industri Keiyou, di Tokyo, di sekitar tanjung Fuutsu prefektur Chiba merupakan kawasan industri yang maju pesat pada bagian pesisirnya. Karena kawasan industri Keiyou masih bertahan, maka kawasan industri Keiyou juga termasuk sebagai kawasan industri. Terutama karena ramainya industri kimia, Chiba memperluas pemasaran minyak bumi hingga mencapai industri baja di pasar Hiba dan pasar Kimitsu.

Kawasan industri Kashima ada di bagian tenggara teluk Kashima di prefektur Ihara yang membatasi daerah Kashima. Kawasan industri ini terdapat pabrik pemintal wol, penyulingan minyak bumi, pabrik pemurnian dan sebagainya yang berkembang dengan pesat.  

Kawasan industri Toukai, berada di antara dua daerah industri Kyouhin, dan Chukyou, di daerah samudera Pasifik perfektur Shizuoka, melalui pembangunan jalan tol Tomei. Industri mobil berpusat di Hamamatsu, yang bernama Otobai. Pusat produksi alat musik dan industri pulp di Fuji. 

Kawasan Industri Hokuriku, pusat perkembangan pusat industri yang membatasi daerah kota di bagian utara laut Jepang. Yang paling diminati adalah pabrik logam, pabrik minyak bumi, dan sebagainya. Pusat tenunan ada di Kanazawa, pusat barang pernis ada di Wajiki, pusat peralatan makan ada di Tsubame dan lain-lain. Sehingga tradisi industri dari dulu hingga sekarang masih ramai. Biasanya industri berskala kecil mudah jatuh.

Kawasan industri Setouchi berada di selat yang membatasi daerah China dan pedalaman Shikoku. Merupakan kawasan perkembangan industri perdagangan baja dan mobil. Mesin industri pembuatan perahu dan sebagainya juga sedang berkembang. Di Kurashiki, Tokugawa dan lain-lain yang merupakan penghasil penyulingan minyak bumi, serta industri kimia juga sedang ramai.

Kawasan industri utama di Jepang yang telah disebutkan di atas, kawasan industri Hokkaido yang berada di barat daya Hokkaido menghasilkan kertas, pulp, besi baja, perkakas, bir, dan lain-lain. Kawasan industri Juhan yang berada di bagian utara prefektur Iharaki dan berada di bagian selatan prefektur Fukushima menghasilkan listrik, logam, industri kimia dan lain-lain. 

 

III.7.2 Industri Teknologi Nano Baru

 

Seluruh bahan mentahnya berupa atom dan molekul yang padat dan saling mengikat, dan dioperasikan dengan cara yang benar. Sampai sekarang pun kita masih belum bisa membuatnya dari bahan mentah. Itulah yang disebut sebagai nano teknologi. Apabila teknologi nano berkembang, industri yang ada akan mentargetkan produksi berskala tinggi dengan bahan mentah yang baik. Dengan bahan mentah seperti gula  berbentuk kubus dan lainnya yang dapat diawetkan berdasarkan riset yang dilakukan pada semua kongres. Sehingga banyak orang sedang mengusahakan semua percobaan ini.

 

Perincian Jumlah Kawasan Industri Utama (2001) dalam 1 juta

Daerah Industri Pedalaman Kantou

Daerah Industri Setouchi

Mesin industri

148507

Mesin industri

78065

Industri listrik

60855

Industri transportasi

35717

Industri transportasi

51702

industri listrik

21614

Industri bahan makanan

33460

Industri kimia

52474

Industri logam

30797

Industri logam

36236

Pabrik besi dan baja

5427

Pabrik besi dan baja

20252

Industri kimia

23086

Industri bahan makanan

23519

Industri bahan plastik

16295

Industri kertas, pulp

9351

Penerbitan bisnis percetakan

12118

Industri tekstil

7007

Industri kertas, pulp

7416

Industri bahan plastik

6673

Pabrik gula

6050

Pabrik gula

6591

Industri tekstil

3937

Penerbitan, bisnis percetakan

4425

Industri karet

3104

Kayu bangunan, industri kayu

3898

Industri alat pabrik

2778

Industri karet

2766

Lahan

7294

Lahan

3683

Total

294843

Total

234688

 

 

 

Daerah Industri Toukai

Daerah Industri Keiyou

Mesin industri

84241

Industri kimia

35669

Industri transportasi

43538

Mesin industri

21532

Industri listrik

27023

industri listrik

13373

Industri bahan makanan

21291

Industri transportasi

1293

Industri kimia

14669

Industri logam

20122

Industri logam

11846

Pabrik besi dan baja

11300

Pabrik besi dan baja

1412

Industri bahan makanan

14569

Industri kertas, pulp

9409

Pabrik gula

3264

Industri bahan plastik

5608

Industri bahan plastik

2860

Penerbitan bisnis percetakan

2400

Penerbitan, bisnis percetakan

1889

Pabrik gula

2183

Industri kertas, pulp

1643

Industri karet

1891

Industri alat pabrik

809

Kayu bangunan, industri kayu

1747

Kayu bangunan, industri kayu

606

Industri tekstil

1664

Industri karet

524

Lahan

6312

Lahan

5876

Total

163261

Total

109361

 

 

III.8 Perusahaan Besar dan Perusahaan Kecil Menengah

 

  • Banyaknya Perusahaan Kecil dan Menengah

Angka pabrik yang ada di Jepang kira-kira sekitar 550.000 pabrik (2001). Pabrik besar yang mempunyai pekerja lebih dari 300 orang, tidak lebih dari 0,6% dari keseluruhan pabrik yang ada di Jepang. Sisanya 99,4% adalah pabrik kecil menengah.

Banyak pabrik kecil menengah di Jepang memiliki teknologi tingkat tinggi, sehingga hal ini menjadi satu alasan pabrik produksi asal Jepang mendapat nilai plus di masyarakat. Namun, karena banyak pabrik kecil menengah menggunakan modal sedikit dan fasilitas seadanya, sehingga untuk memberi gaji seluruh pekerja dan produksi berskala tinggi membuat manajemen tidak stabil dibandingkan dengan pabrik besar.

Banyak pabrik kecil menengah menjalin kerjasama tambahan dengan pabrik besar agar kinerjanya stabil. Di pusat industri besar, berkumpul pabrik-pabrik kecil menengah, sehingga menjadi daerah yang disebut Jyoka Machi. Kemudian karena banyak pabrik kecil menengah yang berkumpul dan memproduksi hasil produksi yang sama, sehingga membentuk image daerah penghasil barang tertentu.

Beberapa tahun belakangan ini, untuk menurunkan biaya produksi pabrik-pabrik kecil menengah mengimpor bahan baku atau suku cadang dari luar negeri yang lebih murah, pemindahan dan penutupan pabrik pun juga dilakukan. Karena permintaan pasar akan potongan harga atau diskon terjadi terus menerus, pabrik dapat berhenti berproduksi jika pengelolaan manajemen tidak ketat.

Contoh hasil produksi tradisional adalah barang buatan tangan yang umumnya digunakan sehari-hari seperti keramik, barang tenunan dan lain-lain. Sekitar lebih dari 100 tahun barang interior ini tidak mengalami perubahan baik dalam bahan baku ataupun teknik pembuatannya.

Berdasarkan perkembangan industri, barang produksi yang dibuat dalam jumlah besar menggunakan mesin yang banyak beredar di pasaran. Terhadap hal ini barang produksi buatan tangan melalui teknik tradisional lebih populer dan banyak sumbernya. Sehingga perlu dibuatkan sistem yang menetapkan mengenai hasil produksi tradisional yang bertujuan untuk mengawasi teknik tradisional. Pengembangan ekenomi di setiap kawasan, memberi nuansa baru di dalam kehidupan masyarakat saat ini. Pada September 2003 telah disetujui tentang penggunaan peraturan yang mengawasi teknik tradisional yang menetapkan 205 jenis barang.

Produksi hasil barang tradisional setelah tahun 1990an mengalami kemerosotan akibat perubahan pola hidup masyarakat, kemunduran ekonomi yang berlarut-larut, dan lain sebagainya. Diperparah lagi dengan kurangnya generasi penerus serta perbandingan para pekerja muda yang rendah. Meskipun demikian, ada pula penjualan barang yang meningkat berkat adanya disainer asing, internet, pameran, dan lain-lain.

 

III.9  ALIRAN LISTRIK

 

Aliran listrik merupakan energi utama atau energi yang paling penting sebagai penyokong kehidupan masyarakat, aktivitas produksi, dan lain-lain. Jepang setelah masa perang, perkembangan industri dalam negeri, penggunaan produksi perlistrikan dan lain sebagainya meningkat. Jumlah pembangkit listrik juga terus bertambah. Pada tahun 2002 meningkat sebesar 1,972 trilyun kilo watt dari 24 unit pembangkit listrik yang dibangun pada tahun 1950.

Ada variasi dalam pembangkitan energi. Dahulu berpusat pada pembangkit listrik tenaga air melalui DAM, dengan memanfaatkan kecuraman bentuk topografi Jepang dan iklim hujan. Namun, karena adanya peningkatan penggunaan BBM menyebabkan Jepang mengimpor BBM dengan skala besar karena harga BBM di Timur Tengah murah. Di tahun 1960an, BBM menjadi bahan utama untuk pembangkit listrik.

Memasuki era 1970an, terjadi 2 kali krisis BBM yang mengakibatkan adanya perubahan pandangan mengenai penggunaan BBM. Kemudian dipilih tenaga atom sebagai langkah positif untuk pengembangan. Di tahun 1966 pembangkit listrik tenaga atom untuk pertama kali digunakan di Jepang untuk usaha  kemudi (kendaraan bermotor). Pada tahun 2002 terjadi penurunan jumlah pasokan listrik sampai dengan 26,9%. Penggunaan bahan bakar selain minyak tanah dan gas alam, pada pembangkit listrik bertenaga BBM juga berkembang,. Bahkan sebelum minyak tanah menjadi bahan bakar utama, penggunaan batu bara pun sebetulnya telah meningkat.

Meningkatnya krisis BBM, pemanasan bumi, tenaga listrik berbahan bakar baterai, dan sebagainya menyebabkan berkembangnya pengembangan energi baru. Namun hal ini memerlukan biaya tinggi. Jumlah pembangkit listrik pun juga tidak sedikit meskipun hanya untuk skala kecil. Masalah lingkungan bumi menjadi topik utama di dalamnya, sehingga dilakukan pengembangan energi baru untuk pelestarian lingkungan.

 

III.9.1 Liberalisasi Tenaga atau Daya Listrik

 

Di Jepang setelah masa perang, suplai aliran listrik berasal dari 10 perusahaan penyuplai listrik di tiap kawasan. Dengan kata lain, 10 perusahaan penyuplai listrik di tiap kawasan memiliki kewajiban untuk menyuplai listrik agar aliran listrik stabil, dan diperbolehkan memonopoli di masing-masing kawasan.

Biaya listrik di Jepang lebih mahal dibandingkan dengan negara luar. Hal ini disebabkan karena impor bahan bakar untuk pembangkit listrik dengan jumlah banyak berasal dari luar Jepang. Tidak adanya persaingan di antara perusahaan yang memonopoli suplai listrik memunculkan anggapan bahwa biaya listrik tidak akan pernah menjadi murah. Selain itu, suplai listrik selain dari perusahaan listrik asli juga diperbolehkan. Hal inilah yang menyebabkan liberalisasi dalam hal tenaga atau daya listrik semakin berkembang.

Setelah dilakukan pemeriksaan perusahaan gabungan, lampu listrik yang rata-rata digunakan oleh rumah tangga jumlahnya tidak terlalu besar dibandingkan dengan jumlah tenaga listrik yang digunakan untuk peralatan rumah tangga. Kebutuhan fisik untuk pabrik lebih besar dibandingkan jumlah listrik untuk peralatan rumah tangga.

Pengeluaran listrik untuk rumah pribadi menggunakan pembangkit listrik yang dimiliki sendiri. Rata-rata pembangkit listrik rumah tangga ini tidak digolongkan ke dalam fasilitas utama sebagai pembangkit tenaga listrik. Selanjutnya akan ditambahkan permintaan dalam skala tertentu untuk kebutuhan listrik (suplai listrik diutamakan perusahaan besar sebagai sasaran).

 

III.9.2 Pembangkit Listrik Tenaga Atom

 

Mulai Desember 2002, reaktor atom yang beroperasi di Jepang sebanyak 53 atom dan kapasitas perlengkapan pembangkit tenaga listrik menjadi 45.910.000 Kw. Jepang berada pada posisi ke tiga setelah Amerika dan Perancis. Pembangkit listrik tenaga atom di Jepang bertambah dari jumlah biasanya setelah krisis minyak tanah untuk yang ke dua kalinya pada tahun 1970. Seluruh pembangkit listrik tenaga atom dapat mencukupi sekitar 26,9% dan pentingnya energi yang mendukung aktivitas kehidupan.

Di Jepang, dengan adanya perjanjian internasional menyebabkan pengurangan jumlah pengeluaran karbondioksida. Kemudian pemerintah membuat target dengan menambah jumlah tempat pembangkit listrik atom yang tidak menghasilkan karbondioksida. Hal ini tentunya sangat bertentangan sekali akan keberadaan pembangkit listrik tenaga uap. Namun, karena khawatir terhadap keamanan tenaga atom, membangun tempat pembangkit listrik tenaga atom yang baru menemui kesulitan.

 

III.9.3 Keamanan Pembangkit Listrik Tenaga Atom

 

Saat menggunakan tenaga atom, hal yang harus benar-benar diperhatikan adalah keamanannya. Dibandingkan dengan banyak negara asing yang mengambil langkah pengamanan dengan ketat, Jepang selalu mempersiapkan masker dalam pembangunan dan perencanaan tenaga atom disaat pengoperasian peralatan pembangkit listrik.

Namun pada September 1999, diberlakukan aturan untuk menjaga proses kerja setelah pada awalnya terjadi “Kecelakaan Kritis”. Yaitu kecelakaan hebat yang terjadi akibat radiasi berbahaya yang ditimbulkan dari pembelahan inti reaksi nuklir.

Pada 2002, perusahaan listrik menyembunyikan masalah seperti kebocoran reaktor atom dan lain sebagainya. Beruntung tidak terjadi kecelakaan, namun kekhawatiran perusahaan pembangkit listrik nasional dan semakin besarnya ketidakpercayaan terhadap aturan keselamatan kerja merupakan konsekuensi yang harus dihadapi.

Di lain pihak, dalam kasus ini yaitu penghentian operasi tempat pembangkit listrik tenaga atom dikhawatirkan menyebabkan keadaan di kawasan ibukota menjadi kekurangan listrik. Sedangkan beberapa pihak merasa kalau menggunakan pembangkit listrik tenaga atom dengan aman disadari sebagai bentuk kepedulian akan pentingnya pelestarian sumber daya yang dapat diperbaharui.

 

MAKALAH

TUGAS TELAAH

TEKS SEJARAH

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s